Kamis, 22 Februari 2018

Rasa dan Fakta Realita

Halo, mungkin ini akan menjadi tulisan terpanjang dan termalas dibaca pertama kalinya di blog saya. Jadi mohon dicermati dan diresapi ya sobat.

Kalian masih kurang yakin dengan primbon jawa "sopo sing nandur bakale ngunduh?" Di tulisan pertama ini aku akan menjelaskannya sesuai pengalaman saya. Dan saya menyatakan itu Benar adanya dan memang nyata.

            Aku menanamkan rasa dan dedikasi yang tinggi kepada mahkluk tuhan yang bernamakan manusia, mungkin ini gila ya, tapi mari kita nikmati seksama! Aku selalu menjadi orang yang selalu salah dan selalu kalah kepada mahkluk tuhan ini, meskipun sebenarnya dia salah tapi mau tak mau aku harus salah. Oke fine, mungkin kodrat pria adalah selalu salah. Aku selalu berusaha menjadi pria dewasa meskipun aku sebenarnya belum siap berfikiran dewasa, terkadang aku juga terbawa emosi. Tapi biarlah, aku ini siapa "tanyaku dalam hati" hampir keseharianku seperti itu, intinya ya saya selalu salah dan selalu mengalah.

           Saya menganalogikan bahwa perilaku saya itu adalah menanam.

           Saat panen itu tiba, meski datangnya seperti amuba, yatuhan aku lemah. Aku cupu. "Itu pikirku"
Tak lama kemudian aku mencoba mengendalikan sikologisku, ah yasudahlah ini adalah proses. Namun, rasa dan dedikasi tak pernah menghianati. Mahkluk tuhan ini mengaku dia bohong pada hatinya. Hingga akhirnya ia merasa bahwa saya adalah satu spesies langka yang menjadikanya matahari dan aku adalah langit. Hingga tanpa langit matahari bukanlah apa apa.

Matursuksma.

*Mohon maaf bila pembaca harus mencerna bahasa imajinasi penulis. Monggo coment dan tuliskan blog anda maka akan saya ampiri 😊

Jumat, 16 Februari 2018

#PesanAlam

Diantara genangan, tertiup angin, terhujani air. Tulangku tetap kuat menopang!
Hai insan dunia, boleh ku bicara denganmu?
Lihatlah aku, aku bisa jadi tolok ukur kehidupanmu. Jangan mudah menyerah, setinggi apapun kau, serendah apapun kau, sebesar apa masalah kau? Tetaplah bersama dirimu berdiri melalui ribuan bahkan milyaran godaan duniawi.

Percayalah, setelah hujan ada pelangi.
Ingat prinsip anak tk ini!
Semoga menginspirasi

Rabu, 07 Februari 2018

#Nulisngetrip

Jauh jauh kaki
Melangkah pergi
Tujuannya sih tersembunyi
Tapi lebih ke materi

Kota Lama
Memang umurnya tua
Namun tua bukan menua
Kota Lama nampak selalu muda

Semarang, 8218

Selasa, 06 Februari 2018

#SajakJalanan

2018

2018
Ah mungkin aku terlambat
Aku sibuk dijerat
Atau mungkin otakku berkarat

2018
Rasanya seperti mimpi
Jalannya cepat sekali
Seperti aku naik bendi

2018
Semoga aku masih sempat
Untuk berusaha taat
Ahh susah sangat
Aku masih terjerat

2018
Aku pernah bermimpi
Bayanganku sih ini
Ya seperti Arteri

Tapi..
Susahnya seperti kontraksi
Memadukan mimpi dan resolusi

7218
Desa

Minggu, 04 Februari 2018

Pesan Alam

Bagaimana mungkin seseorang tumbuh kembang bagai irama tulang daun yang membentuk lengkungan kehidupan?


Berkaca dan mengaplikasi cara merawat diri sebagai lengkungan yang indah atau sebagai lengkungan yang hanyut terbawa angin. Manusia punya rasa. Rasakan dan nikmati bagaimana subjek memupukmu dengan riang hati bukan dengan keras hati.

Sabtu, 03 Februari 2018

#SajakJalanan

Angin

Ah menyentuh
Uh menyengat

Kamu jahat
Kamu lancang

Hanyut ku bersamamu
Bercengkrama dengan mu
Sudah cukup untuk ku
Menghantarkan ke ruang rindu

Sebuah busana
30-1.1.18

#SajakJalanan

Reformasi

Waktu terlalu ambisi untuk berlari
Menghiraukan kenangan yang ingin di singgahi
Monokrom kopi susu telah berganti pelangi
Selalu menjadi misteri apakah ini sirkulasi

Ya, Kamuflase contohnya.
Sandal menjadi Pedal
Surat menjadi Pesan chat

Ayam sudah tak rabun
Malah....
Semakin malam semakin girang

Desa
8 Januari 2018

#SajakJalanan

Hujan, Air dan Rindu

Jam kecil tiba
Dunia terang tiada
Angin liar tiba
Setitik rindu mulai menyiksa

Air demokrasi menjemput mimpi
Dunia terang tak menampakan sinar
Angin liar menyayat ari
Aku ingin tetap disini

Dorr
Dunia terang menjadi tersangka
Air mengalir membawanya ke penjara
Rintik rindu yang larut bersamanya
Menyembunyikan makna tiada yang dicinta

Hujan, Air dan Rindu

Desa
28 November 2017

#SajakJalanan

Fana Realita

berkaca pada realita
kata adalah bentuk pencerminannya

Lalu
berapa besar realita diibaratkan angka
bukankah hal yang tak terhingga

Realita itu diagram
Naik turun sesuai data di lapangan
menemukan akhir realita itu fana
Ibarat kata dan angka tiada habisnya

31.1.18
Desa