Halo, mungkin ini akan menjadi tulisan terpanjang dan termalas dibaca pertama kalinya di blog saya. Jadi mohon dicermati dan diresapi ya sobat.
Kalian masih kurang yakin dengan primbon jawa "sopo sing nandur bakale ngunduh?" Di tulisan pertama ini aku akan menjelaskannya sesuai pengalaman saya. Dan saya menyatakan itu Benar adanya dan memang nyata.
Aku menanamkan rasa dan dedikasi yang tinggi kepada mahkluk tuhan yang bernamakan manusia, mungkin ini gila ya, tapi mari kita nikmati seksama! Aku selalu menjadi orang yang selalu salah dan selalu kalah kepada mahkluk tuhan ini, meskipun sebenarnya dia salah tapi mau tak mau aku harus salah. Oke fine, mungkin kodrat pria adalah selalu salah. Aku selalu berusaha menjadi pria dewasa meskipun aku sebenarnya belum siap berfikiran dewasa, terkadang aku juga terbawa emosi. Tapi biarlah, aku ini siapa "tanyaku dalam hati" hampir keseharianku seperti itu, intinya ya saya selalu salah dan selalu mengalah.
Saya menganalogikan bahwa perilaku saya itu adalah menanam.
Saat panen itu tiba, meski datangnya seperti amuba, yatuhan aku lemah. Aku cupu. "Itu pikirku"
Tak lama kemudian aku mencoba mengendalikan sikologisku, ah yasudahlah ini adalah proses. Namun, rasa dan dedikasi tak pernah menghianati. Mahkluk tuhan ini mengaku dia bohong pada hatinya. Hingga akhirnya ia merasa bahwa saya adalah satu spesies langka yang menjadikanya matahari dan aku adalah langit. Hingga tanpa langit matahari bukanlah apa apa.
Matursuksma.
*Mohon maaf bila pembaca harus mencerna bahasa imajinasi penulis. Monggo coment dan tuliskan blog anda maka akan saya ampiri 😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar