Semoga sampai
Larutnya malam
Menjemput pagi
Hari ini
Gelisahnya tak ujung pergi
Resahnya, tentang takut ;
Kamu pergi
Lebih lengkap
Dengan rasa memar di kaki
Lelaki ini susah bermimpi
Menunggu esok hari
Ingin berpuisi dengan hati
Harapnya bersua
Dengan nada bercerita
Roys, rasa ini ingin singgah
Esok hari, semoga sampai
Adit
2.51
Asrama UNS
Tiada Kata Libur
Rentetan angka
Ku mulai dari kepala dua
Selang sehari esoknya
Didapati angka bahagia
Bagaimana tak bahagia?
Tanggal merah didepan mata
Oh, iya. Liburan tiba
Rutinitas sementara tiada
Hanya karena tatanan angka
Berbondong manusia
Kembali ke tanah asalnya
Jauh dari pandang mata ;
Manusia
Yang terjadi sudah tentang ;
Rasa
Rasa yang tidak bersua
Ya meski ada salam sapa
Tapi hanya lewat sosial media
Bukan lagi tentang sua
Menghadap raga dan mata
Memang jauh dari pandang mata manusia
Tapi melekat dalam pandang mata Aditya
Benar adanya, tiada kata libur baginya
Merindukan yang ia cinta ;
Roys Indah Ramadhany
Adit
- 18 April
Surakarta
Judulnya Sengaja di bawah
Bukan 11 januari
Tapi, 11 Maret
Bukan bertemu
Tapi menemukan
Baiklah, perkenalkan
Aku lelaki
Tepat 30 hari lalu
Hati masih sendiri,
Kuberanikan diri
Menulis pesan basa basi
Pada ;
Roys Indah Ramadhany
Mungkin kali ini
Tidak perlu basa basi
Selamat Malam, Roys
Aku Sayang Padamu
Adit
- 11 April
Asrama UNS
Tentang rindu
Lama tak berpuisi untukmu
Itupun juga tentang rindu
Tapi sayang, aku belum bisa;
Menyanyikan puisi untukmu
Senduan nada rindu
Petika gitar yang menyejukkan
Tapi sayang aku belum bisa
Ingin ku sampaikan rindu
Lewat lagupun aku tak banyak tau
Apalagi aku biduan
Bahkan untuk rindu pun kebanyakan di dendangkan dengan gendang
Baiklah ini adalah caraku menyampaikan Rindu
Kita berhadap dengan latar belakang bahasa
Meski berbeda; Jawa dan Indonesia
Itu tak jauh beda jika bicara frasa dan klausa
Aku rindu kamu
Kamu rindu aku
Lebih spesifik lagi
Aku merindukanmu
Merindukanmu aku
Frasa dan klausa pun tau
Untuk siapa rindu itu;
Ia terdiri dari Aku dan sufiks -Mu
Lebih simpelnya
Aku rindu Kamu...
Adit/14.05
Maaf
Aku sedang linglung
Aku tidak ingin berpuisi
Aku ingin nglantur saja
Yang ku rasa
Sama seperti sebelumnya
Dan memang seharusnya
Perihal memendam rasa
Sebenarnya rasa untuk sua
Aku yang rindu padamu
Dan padamu aku rindu
Kekasihku.
Dengarkanlah
Dibalik keramaian dan kebahagiaan
Saat Lebaran
Ada aku yang merasa biasa
Biasa, benar biasa saja
Bukan sekedar susunan kata
Entah kenapa,
Aku masih pada rasa yang kupaksa tinggal di Surakarta
Aku pulang membawa rasa yang tak rela
Aku tak rela hal ini tiba
Menyiksanya luar biasa
Aku merindukan rasaku di Surakarta
Dimana rasa dan sua yang nyata ku tinggalkan disana.
Aku masih merasa biasa saja, berbalut rasa yang tertinggal di Surakarta.
Lebih baik kuperjelas, aku ingin bersua denganmu, didekapmu dan menghilangkan gelisah yang membuatku resah.
Roys, aku butuh kamu.
Seperti fiksi di pulau pasundan
"Milea, rindu itu berat. Kamu gak akan kuat, biar aku saja."
Kekasihku, izinkan aku menyadur kalimat itu
"Roys, rindu ini memang berat, kamu gak akan kuat, dan aku amat tidak akan kuat"
Oiya, aku tidak kuat untuk memberi judul
Ku titipkan padamu, aku ingin cium dan pelukmu menghiasi kolom judul itu. Intinya aku butuh kamu. Sayang
- Kekasihmu, 5 Juni 2019
Surat permohonan untuk Kekasihku
Untuk Roys, kekasihku
Aku mengerti dalam kehidupan ini
Ada dua perbandingan
Pintar dan bodoh
Aku keluar dari batas pantas
Aku bodoh.
Engkaulah penyembuh kebodohanku,
Perihal pengajaran, tengok kebelakang
Ada guru yang menuntun secara perlahan
Ada guru yang menasehati dengan intensitas nada tinggi
Semua sama
Sama sebabnya
Karena sayangg
Dibalik itu, si bodoh sedang candu,
Candu itu
"Kekasihku..
Dekap pelukmu, Aku Rindu
Senyum manismu, Aku lebih rindu
Berdua denganmu, Aku amat lebih rindu"
Kekasihku
Aku rindu, dan aku bodoh.
Aku butuh kamu
Melepas rindu sekaligus menyembuhkan bodohku
Kekasihku, demikian surat permohonan ini
Akan ku kirimkan, dengan hati
Hati yang seperti merpati
Menjaga amanat ini untuk sampai padamu
Tertanda ;
Sayang kamu,
Adityaputra Dewantara
Surakrta, 10 Juni
Tasikmalaya, Semu dan Rindu.
Terlewat subuh
Berdoa, agar rindu segera berlabuh
Rindu surakarta, dimana ada aku dan kamu
Menjadi kita
Duh, cintaa
Rasanya seperti ini berkelana
Bejarak denganmu, ku rasa sendu
Hati ingin pulang
Selepas berjuang
Ke tanah orang
Yaa saatnya pulang
Kasihku,
Jarak mencoba memisahkan kita dari temu
Hari ini ku akan menemuimu
Memelukmu di balut rindu
Selamat pagi, dan terimakasih Tasik
Seperti inilah hati yang terusik
Ada yang lebih asik dibanding Tasik
Bersama dan tak berjarak denganmu, aku merasa jauh lebih asik
Adit
Tasikmalaya, 23 Juni 19
Saat senja di Surakarta
Ku menghadap indahnya langit sore
Ku melihat senyum purnama yang sudah menampakan indahnya
Serta megahnya Lawu yang menandakan rindu
Ada indah di depanku
Baik senja, purnama, dan lawu
Tapi...
Bukan Indah yang ku mau
Halo Indah...
Sayanggkuu
Dengarkan lisanku bergelut senja ;
Aku merindukan bertatap bersamamu
Indah-Ku
Adit - 13 Juli
Asrama Uns, Kala Senja
Libur bulan Juli
Tak ada yang lebih tabah dari libur bulan juli
Terbentangnya jarak antara rindu dan temu
Kepada aksara tulis untukmu, Kasihku.
Tak ada yang lebih tabah dari libur bulan juli
Disulapnya kegiatan harian tanpa kehadiran
Yang menjadikan bosan liburan
Ini adalah tulis untukmu, Kasihku
Yang selalu terisi tentang rindu
Memang aku tak pandai bersembunyi.
Sembunyi dari rinduku padamu, Kasihku.
Saduran tuliskupun hanya tentang rindu.
Rinduku padamu, Kasihku.
Adit - 25 Juli
Dalam kerinduan
Sajak Tentangmu
Mendengar keresahanmu
Kekasihku
Ku menerima kabar
Akan takutmu
Takut, tentang rupa
Dengarkanlah
Berlian tetaplah berlian
Tertumpuk pasirpun berlian akan terlihat
Kekasihku
Dirimu adalah berlian itu
Dirimu
Terlukiskan tentang sebuah kecantikan
Apapun dirimu
Kamulah yang tercantik bagiku ;
Kekasihku
Adit
25/08/19
Kalimat tentangmu
Tentangmu
Selalu ada dalam nadiku
Nadi yang merindukanmu
Tentangmu
Semua harapku
Sisipan kalimat doaku
Ada tentangmu dan harapku tentang kita
Dibalik tetes rintik sendu
Tentangmu
Tetap ada dalam tangisku
Kemesraan menghangatkan
Menenangkan
Namun, apakah ombak selalu pasang?
Tidak, mereka bisa surut
Begitupun tentang kita
Jika di laut lepas, ada pasir yang setia
Melewati ombak
Pasang
Melewati ombak
Surut
Tentangmu
Dan tentang kita
Aku siap menjadi pasir
Yang setia dan tetap ada
Kekasihku, kalimatku tentangmu ;
Aku mencintaimu seutuhnya
Utuh tulus dari tuturku, Roys
Adit
31/08/19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar