Jumat, 01 Februari 2019

#FebruariBerpuisi

Metamorfosa Lara

Dalam dunia fiksi
Ia terbangun dari mimpi
Pikirnya dalam hati
Selamat datang Februari

Mengalun lara
Ia menghamba doa
Doa pujangga
Harapnya;
Akan hadir dia
Dia yang dihambanya

Belum sempat menghamba
Akhirnya;
Berujung fana
Pertanda;
Belum dapat jackpot dari-Nya

Adit- 1-2-19

Sayang, Aku lupa..

Menuntun roda berbalut senja
Perlahan ku rasakan
Aduhh, kurang enak sayang
Tambah lagi pintaku
Hmm... Asik sayang
Tambah..
Tambah...
Tambah....

Tingtong...
Terbangun dalam sadar
Batas wajar telah tenggelam
Aduh sayang.. Aku lupa

Adit- 2-2-19

Memulai. Luka Lara atau​ Candu Bahagia?

Psikisku murka
Kata hatiku yang menyiksa
Kian ku tahan
Ia Meradang

Berbondong Slot yang ia minta
Tak satupun temu yang nyata
Hanya slot maya pujaan semata

Baiklah, ku beranikan;
Menata rasa
Sebentar
Baru memulai
Bersabarlah

Adit- 3-2-19

Hampir terlelap

Melewati arloji
Jinakan cahaya
Angin lelah berhembus
Sinar senja telah pulang

Tersirat ambisi
Memenuhi bulan ini
Untuk berpuisi

Hampir terlelap di penghujung hari
Ku sempatkan berpuisi

Adit- 4-2-19

Terlelap

Terlalu sibuk dengan pesan singkatmu, memastikan diriku lelap dengan sikap dinginmu.

Adit-5-2-19

Gelap Pekat

Rintik air hujan
Merasa bebas;
Sebebas party bikini

Tak sengaja menyentuh
Tak tanggung-tanggung
Ia menyentuh berbadan tinggi

Namanya saja party
Ya tanpa sadar
Si tinggi jatuh dan melenyapkan kehidupan
Hingga tidak tersadar sampai sekarang

Adit-6-2-19

Lelap tak Lelah

Tik tok
Tik tok
Tik tok
Sial, batinku

Sudah pukul satu dinihari
Merasa kantuk pun tidak sama sekali
Mencoba melelahkan diri
Tetapi lelap tak kunjung menemui

Sial

Adit-7-2-18

Rasanya Sebentar

Berawal dari kumpulan
Ku beranikan diri
Menikmati alur

Mulai terbawa
Melewati pekerjaan tak pasti
Aihh
Hingga lupa telah dinihari
Pola yang berantakan
Akhirnya lupa daratan

Maafkan
Ragaku belum bisa mengusahakan

Adit-8-2-18

Rabu, 07 November 2018

Hujan di Surakarta

Hujan di Surakarta

Lamunan kerut wajahnya
Menunggu kedatangannya
Hampir sewindu. Bahkan
Batas waktu sewindupun
Tak bertemu

Bukan cobaan lagi
Ini tentang ingkar janji
Tapi tak selamanya pergi
Penanti ini teguh berdiri

Aromanya tiba-tiba kembali
Membuat hidung seakan berimajinasi
Ya, dia datang kesini
Ciuman mesranya menabrak kerinduannya
Bermesraan ria di ujung harapan kembalinya
Melihat air dan tanah mesra kembali.
Ya kembali.
Selamat datang kembali.

Hujan di Surakarta

Adit - 7:11:18

Selasa, 16 Oktober 2018

Pada Suatu Kekosongan

Pada Suatu Kekosongan

Sunyi, Sepi, Sendiri
Ku duduk diantara imajinasi
Ku tengok kanan kiri
Riya' rasanya mengatakan aku sendiri

Kutunggu detik-detik arloji
Kutunggu benda mati berdiri
Memang Mustahil
Tapi aku setia menunggunya

Tak kunjung juga berdiri
Aku masih duduk diantara imajinasi
Lalu semakin larut. Aku berdiri
Terdapat kekosongan pada diri ini
Ya. Aku sendiri.

Lorong Kosong.
1 Oktober 2018

Senin, 17 September 2018

Kiblat, Tak sadar atau Lupa?

Kiblat, Tak sadar atau Lupa?

Ayam jago bersiul
Ulasan mimpi berakhir
Raga terdekap cahaya
Apa guna kita tanpa sang Kuasa

Angkuh dan acuh
Hampir 70 : 30
Ulasan mimpi belum diakhiri
Ingat tak diingat, ada waktu meghadap kiblat

Terbangunlah dia dari mimpinya
Nyaman, karena mimpinya terselesaikan
Akan tetapi, cahaya sudah meninggalkannya
Dihadapnya arah jendela
Lamunan sang hamba merasakan sorot cahaya meninggalkannya.

Bilik Jendela, 18 September 2018
Adityaputra Dewantara

Selasa, 04 September 2018

Definisi Ada

Definisi Ada

Ditanya aku;
Hai
Kujawab;
(Senyum ini sudah menjawab)

Bukan itu,
Memang. Memang bukan
Bukan tuturan.

Aku paham;
Itu jawaban. Ya
Jawaban berbelas kasih.

Tidak pakai An?
Siapa bilang?
Ada An diakhir perasa;
Ya itu.
Jawaban PerasaAn

Adityaputra Dewantara
Asrama, 4 September 2018

Sabtu, 30 Juni 2018

Diambang sebenarnya

Diambang Sebenarnya

Pada diriku
Aku adalah kamu
Kamu yang;
Tersisipkan dan tak diakui

Indonesia maksud-ku
Di atas kertas panas
Kau tersisipkan;
Sebagai identitas yang pantas

Lebih jauh.
Kau disekitar realitas
Bukan lagi terabaikan,
Justru kadang terlupakan

Jauh dari kata pantas
Mari datang;
Ke raja-raja bangunan kelas atas
Welcome to....
Pull
Open

Secepat ini kah
Aku berpindah?

Sayang.......
Kau sekarang masih dijajah
Aku bukan pada dirimu, Sadarlah.
Aku pada lokasi; yang
Diambang Sebenarnya.

Adityaputra Dewantara
Saat bernafas, 1 juli 2018

Senin, 09 April 2018

Langkah

Langkah

Tak melulu kecepatan
Melainkan butuh ketepatan
Berpacu dengan waktu
Melangkahkan badan bisu

Dari jarak ke satu
Aku berjalan
Berjalan mengikuti dunia semu
Hingga ujung tak temu

Dari jarak kedua
Aku beranjak remaja
Berjalan bimbang diantara raja dunia

Hampir menuju jarak ketiga
Aku semakin tak percaya
Ini sebenarnya apa
Tubuh ingin kemana
Dan tak tau ikut siapa

Berhenti diantara dua dan tiga
Sebentar, ini dunia yang mana?

Setelahfajar,100418