Metamorfosa Lara
Dalam dunia fiksi
Ia terbangun dari mimpi
Pikirnya dalam hati
Selamat datang Februari
Mengalun lara
Ia menghamba doa
Doa pujangga
Harapnya;
Akan hadir dia
Dia yang dihambanya
Belum sempat menghamba
Akhirnya;
Berujung fana
Pertanda;
Belum dapat jackpot dari-Nya
Adit- 1-2-19
Sayang, Aku lupa..
Menuntun roda berbalut senja
Perlahan ku rasakan
Aduhh, kurang enak sayang
Tambah lagi pintaku
Hmm... Asik sayang
Tambah..
Tambah...
Tambah....
Tingtong...
Terbangun dalam sadar
Batas wajar telah tenggelam
Aduh sayang.. Aku lupa
Adit- 2-2-19
Memulai. Luka Lara atau Candu Bahagia?
Psikisku murka
Kata hatiku yang menyiksa
Kian ku tahan
Ia Meradang
Berbondong Slot yang ia minta
Tak satupun temu yang nyata
Hanya slot maya pujaan semata
Baiklah, ku beranikan;
Menata rasa
Sebentar
Baru memulai
Bersabarlah
Adit- 3-2-19
Hampir terlelap
Melewati arloji
Jinakan cahaya
Angin lelah berhembus
Sinar senja telah pulang
Tersirat ambisi
Memenuhi bulan ini
Untuk berpuisi
Hampir terlelap di penghujung hari
Ku sempatkan berpuisi
Adit- 4-2-19
Terlelap
Terlalu sibuk dengan pesan singkatmu, memastikan diriku lelap dengan sikap dinginmu.
Adit-5-2-19
Gelap Pekat
Rintik air hujan
Merasa bebas;
Sebebas party bikini
Tak sengaja menyentuh
Tak tanggung-tanggung
Ia menyentuh berbadan tinggi
Namanya saja party
Ya tanpa sadar
Si tinggi jatuh dan melenyapkan kehidupan
Hingga tidak tersadar sampai sekarang
Adit-6-2-19
Lelap tak Lelah
Tik tok
Tik tok
Tik tok
Sial, batinku
Sudah pukul satu dinihari
Merasa kantuk pun tidak sama sekali
Mencoba melelahkan diri
Tetapi lelap tak kunjung menemui
Sial
Adit-7-2-18
Rasanya Sebentar
Berawal dari kumpulan
Ku beranikan diri
Menikmati alur
Mulai terbawa
Melewati pekerjaan tak pasti
Aihh
Hingga lupa telah dinihari
Pola yang berantakan
Akhirnya lupa daratan
Maafkan
Ragaku belum bisa mengusahakan
Adit-8-2-18