Sabtu, 30 Juni 2018

Diambang sebenarnya

Diambang Sebenarnya

Pada diriku
Aku adalah kamu
Kamu yang;
Tersisipkan dan tak diakui

Indonesia maksud-ku
Di atas kertas panas
Kau tersisipkan;
Sebagai identitas yang pantas

Lebih jauh.
Kau disekitar realitas
Bukan lagi terabaikan,
Justru kadang terlupakan

Jauh dari kata pantas
Mari datang;
Ke raja-raja bangunan kelas atas
Welcome to....
Pull
Open

Secepat ini kah
Aku berpindah?

Sayang.......
Kau sekarang masih dijajah
Aku bukan pada dirimu, Sadarlah.
Aku pada lokasi; yang
Diambang Sebenarnya.

Adityaputra Dewantara
Saat bernafas, 1 juli 2018

Senin, 09 April 2018

Langkah

Langkah

Tak melulu kecepatan
Melainkan butuh ketepatan
Berpacu dengan waktu
Melangkahkan badan bisu

Dari jarak ke satu
Aku berjalan
Berjalan mengikuti dunia semu
Hingga ujung tak temu

Dari jarak kedua
Aku beranjak remaja
Berjalan bimbang diantara raja dunia

Hampir menuju jarak ketiga
Aku semakin tak percaya
Ini sebenarnya apa
Tubuh ingin kemana
Dan tak tau ikut siapa

Berhenti diantara dua dan tiga
Sebentar, ini dunia yang mana?

Setelahfajar,100418

Selasa, 03 April 2018

Rotasiasu

Rotasiasu

Awalnya tak terdefenisi
Sikapnya tak terdeteksi
Ingin sapa takut melanda

Masa malu menjadi abu
Bualan waktu membelenggu
Guna kutemui dirimu

Bertemu untuk bersatu
Berjalan grusa grusu
Selalu bersama dirimu

Ah asu
Sekarang bukan dulu
Katamu telah membunuhku

Utekmu penuh ambisi
Ambisi busuk penuh misteri
Menganggap dunia didepan mata
Tanpa hitung kepala
Kau merajalela

Kepok, 31/3/18

Sabtu, 10 Maret 2018

Bilik Mata

Bilik Mata

Perkenalkan
Aku adalah Esa
Duniaku terkoyak dusta

Boleh kusebut mereka?
Tentu saja, dia adalah pembidik dengan mata cerdik

Tuhan?
Khayalan lebaran-nya
Tu(njak)an?
Realita fanatik-Nya

Hai hamba!
Berapa arteri yang kau minta?

Tenanglah tuan
Tuhanku bisa membelinya
Dengan hitungan angka

Aku
Membisukanku
Kupulangkanmu
Tunggulah itu

Desa, 11/03/18

Kamis, 22 Februari 2018

Rasa dan Fakta Realita

Halo, mungkin ini akan menjadi tulisan terpanjang dan termalas dibaca pertama kalinya di blog saya. Jadi mohon dicermati dan diresapi ya sobat.

Kalian masih kurang yakin dengan primbon jawa "sopo sing nandur bakale ngunduh?" Di tulisan pertama ini aku akan menjelaskannya sesuai pengalaman saya. Dan saya menyatakan itu Benar adanya dan memang nyata.

            Aku menanamkan rasa dan dedikasi yang tinggi kepada mahkluk tuhan yang bernamakan manusia, mungkin ini gila ya, tapi mari kita nikmati seksama! Aku selalu menjadi orang yang selalu salah dan selalu kalah kepada mahkluk tuhan ini, meskipun sebenarnya dia salah tapi mau tak mau aku harus salah. Oke fine, mungkin kodrat pria adalah selalu salah. Aku selalu berusaha menjadi pria dewasa meskipun aku sebenarnya belum siap berfikiran dewasa, terkadang aku juga terbawa emosi. Tapi biarlah, aku ini siapa "tanyaku dalam hati" hampir keseharianku seperti itu, intinya ya saya selalu salah dan selalu mengalah.

           Saya menganalogikan bahwa perilaku saya itu adalah menanam.

           Saat panen itu tiba, meski datangnya seperti amuba, yatuhan aku lemah. Aku cupu. "Itu pikirku"
Tak lama kemudian aku mencoba mengendalikan sikologisku, ah yasudahlah ini adalah proses. Namun, rasa dan dedikasi tak pernah menghianati. Mahkluk tuhan ini mengaku dia bohong pada hatinya. Hingga akhirnya ia merasa bahwa saya adalah satu spesies langka yang menjadikanya matahari dan aku adalah langit. Hingga tanpa langit matahari bukanlah apa apa.

Matursuksma.

*Mohon maaf bila pembaca harus mencerna bahasa imajinasi penulis. Monggo coment dan tuliskan blog anda maka akan saya ampiri 😊

Jumat, 16 Februari 2018

#PesanAlam

Diantara genangan, tertiup angin, terhujani air. Tulangku tetap kuat menopang!
Hai insan dunia, boleh ku bicara denganmu?
Lihatlah aku, aku bisa jadi tolok ukur kehidupanmu. Jangan mudah menyerah, setinggi apapun kau, serendah apapun kau, sebesar apa masalah kau? Tetaplah bersama dirimu berdiri melalui ribuan bahkan milyaran godaan duniawi.

Percayalah, setelah hujan ada pelangi.
Ingat prinsip anak tk ini!
Semoga menginspirasi

Rabu, 07 Februari 2018

#Nulisngetrip

Jauh jauh kaki
Melangkah pergi
Tujuannya sih tersembunyi
Tapi lebih ke materi

Kota Lama
Memang umurnya tua
Namun tua bukan menua
Kota Lama nampak selalu muda

Semarang, 8218